Selasa, 28 Juli 2020

Rasa

Keletihan yang menyapa disetiap usaha, menjadi halangan dalam proses. Membekukan darah merahku yang harusnya deras  mengalir. Lain dengan doa, yang menjadi pemanas bagi yang beku. Mencair keletihan mengalirlah sang merahku. Mengalir membawa setiap dimensi angan. Angan-angan layaknya kabut. Kabut keruh. Kabut tak bisa ku sentuh. Kabut hanya lah kabut, bukan awan baginya. Nyata di angan. Membasahi nan memayungi. Secukupnya. Tersembunyi dari cahaya sementara. Mencoba merasa dengan rasa.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semoga Menghibur